Tampilkan postingan dengan label bahaya plastik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahaya plastik. Tampilkan semua postingan

STOP Pemakaian Styrofoam


Bahan pengemas dari bahan styrofoam (polystyrene) telah menjadi salah satu pilihan yang paling populer dalam bisnis makanan. Jenis pembungkus makanan ini sudah dikenal luas dan banyak digunakan hampir di semua industri makanan. Mulai penjual makanan di pinggir jalan, supermarket sampai restoran - restoran berkelas tidak sedikit yang mengemas produknya dalam wadah styrofoam.

Pasti kalian pernah juga kan makan dari wadah styrofoam? Tahukah bahayanya menggunakan styrofoam sebagai bahan pengemas makanan bagi kesehatan kita? Check this out!

Mengapa Styrofoam?

Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren ini umumnya berwarna putih bersih. Alasan dipilihnya styrofoam oleh pedagang untuk membungkus makanan salah satunya adalah karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang.

Bahaya Botol Plastik


Sebagian besar botol plastik aman untuk digunakan ulang, paling tidak setelah dicuci dengan air sabun yang panas. Tetapi belakangan terungkap tentang zat kimia dalam botol Lexan (plastik #7) cukup untuk membuat ngeri bahkan kaum environmentalis yang paling berkomitmen sekalipun untuk menggunakan ulang botol plastik itu (atau membelinya).

Studi menunjukkan bahwa makanan dan minuman yang disimpan dalam tempat semacam itu, termasuk botol air Aqua yang ada di mana-mana itu, yang tergantung di tas punggung para pendaki gunung, dapat mengandung sejumlah kecil Bisphenol A (BPA), yang merupakan campuran zat kimia yang mempengaruhi sistem perintah hormonal alami tubuh.

Bahaya Styrofoam


Penggunaan polystyrene atau lebih dikenal dengan Styrofoam, saat ini begitu begitu marak dalam perkembangan industri makanan di Indonesia. Tidak saja karena penggunaannya yang relatif praktis, ringan, dan tahan bocor, melainkan juga karena kemampuannya dalam menjaga suhu makanan dengan baik. Namun dibalik semua itu, tahukah kamu bahaya apa yang akan mengintai kita selaku pengguna styrofoam ?

Awas Bahaya Plastik Kresek Hitam

Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan memperingatkan masyarakat, agar tak menggunakan plastik kresek hitam sebagai wadah makanan. Menurut Ketua Badan Husniah Rubiana Thamrin Akib, plastik kresek merupakan produk daur ulang yang sulit diketahui bahan asalnya. "Bisa saja bekas digunakan bungkus pestisida atau kotoran manusia," katanya dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Selasa (14/7).


Dalam proses daur ulang selain tidak diketahui penggunaan sebelumnya juga ditambah berbagai bahan kimia yang menambah dampak bahayanya bagi kesehatan. Husniah meminta masyarakat tak menggunakan kantong kresek tersebut mewadahi langusung makanan siap santap. Penggunaan palstik kresek beresiko menimbulkan kanker dan kerusakan ginjal, maupun penyakit lainnya tergantung bahan yang dikandungnya.